Rabu, 28 Oktober 2009

INFO LOWONGAN KERJA BANK NEGARA INDONESIA

DIBUTUHKAN SEGERA

MARKETING CONSUMER BANKING
WILAYAH JAKARTA



1. Minimum Lulusan D3
(Jenjang S1 ke atas akan disetarakan dengan D3)
2. Warga Negara Indonesia ( Pria / Wanita )
3. Usia Maksimum 30 Tahun pada 1 November 2009
4. IPK Minimal 2.55 untuk PTN dan 2.75 untuk PTS
5. Berpenampilan Menarik
6. Tinggi Badan :
Pria : 165 cm
Wanita : 155 cm
7. Berkelakuan baik (dibuktikan dengan surat keterangan berkelakuan baik yang masih berlaku dari kepolisian setempat.


Silahkan kirim Lamaran & CV anda berikut Foto berwarna ukuran 4 X 6 (1 lembar) dan Postcard seluruh badan (1 lembar) paling lambat tanggal 2 November 2009 ke alamat : saidah.sarbini@bni.co.id

atau

Gedung BNI
Divisi Kredit Konsumen Lt 18
Jl. Jend. Sudirman Kav. 1
Jakarta 10220

Jakarta,22 Oktober 2009
Divisi Kredit Konsumen

Rabu, 21 Oktober 2009

KALAU SAJA AKU MAU MENDENGARKAN

Seorang pria berkendaraan menurunu bukit. Dari arah berlawanan seorang Wanita juga mengendarai mobil.

Saat berpapasan, si wanita membuka jendela mobil dan berkata, “BABI!!! “

Spontan si pria langsung naik darah. Ia marah karena dikatakan “babi” oleh si wanita dimobil itu. Si pria segera membuka jendela mobilnya dan meneriakkan kuat-kuat kata-kata makian dan kata-kata tak senonoh yang jauh lebih buruk dari kata “babi”. Mendengar makian itu, si Wanita itu pun amat kaget dan langsung tancap gas dan meneruskan perjalanannya.

Si pria juga langsung tancap gas dengan kemarahan yang belum habis.

Kecepatan mobilnya malah lebih kencang dari semula. Tiba-tiba ditikungan jalan , ia melihat segerombolan babi. Tapi malang bagi si pria itu!! ia tak sempat menginjak remnya. Mobilnya menabrak babi –babi itu, dan mobil masuk keselokan di pinggir jalan. Mobilnya rusak berat. Saat itu ia baru sadar bahwa wanita di mobil tadi itu sebenarnya mau mengingatkannya tentang bahaya kawanan babi di jalan, supaya ia berhati-hati. Tapi ia salah mengerti. Si pria berkata, “jika saja saya tadi mau mendengarkan si Wanita itu dengan betul, kecelakaan ini bakal tak terjadi………”

PESAN DARI KISAH INI:

1. Belajarlah mendengarkan orang lain.

2. Janganlah cepat emosi dan tersinggung dengan perkataan orang lain.

3. Hargailah setiap perkataan orang lain, karena itu bisa mengandung nasehat yang amat berharga bagi kita.

4. Berpikirlah positif terhadap kata-kata yang diucapkan orang lain.



Senin, 19 Oktober 2009

Bersyukur akan membuat kita bahagia.


Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada sopir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" Si sopir menjawab, "Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai." Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?"

Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan".

Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.
Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang. Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu." Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga."

Minggu, 18 Oktober 2009

Pengumumam Rekrutment Pegawai Bank Indonesia / Seleksi Penerimaan Calon Pegawai melalui PCPM XXIX


BANK INDONESIA membuka kesempatan kepada Putra/Putri terbaik Indonesia untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Pegawai melalui PCPM XXIX dengan proses e-Recruitment (Aplikasi online tanggal 17 s/d 21 Oktober 2009).

P E R S Y A R A T A N :

  1. Warga Negara Indonesia Laki-laki/ Perempuan;
  2. Pendidikan minimal lulusan Strata 1 (S1); dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) baik untuk S1 maupun S2 minimal 3.00 (dari skala 4.00), yang lebih diutamakan dari bidang keilmuan sebagai berikut:
    1. Ekonomi
    2. Manajemen
    3. Hukum
    4. Teknik (Industri, Informatika/ Komputer)
    5. Sosial Ekonomi Pertanian
    6. MIPA (Matematika/ Statistika)
  3. Usia maksimum Per tanggal 1 Oktober 2009:
    1. 28 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1).
    2. 31 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 2 (S2).
  4. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris, ditunjukkan dengan sertifikat ITP TOEFL score minimal 500, atau IELTS minimal 5,5 yang masih berlaku sampai dengan tanggal 1 Oktober 2009. Bagi yang tidak memiliki sertifikat, harus mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia;
  5. Tidak mempunyai Saudara Kandung/ Suami/ Istri yang bekerja sebagai pegawai atau calon pegawai di Bank Indonesia;
  6. Bersedia menjalani ikatan dinas dan atau bersedia melepaskan ikatan dinas dari institusi lain;
  7. Bersedia tidak hamil selama menjalani program pendidikan;
  8. Bersedia ditempatkan di seluruh kantor Bank Indonesia.

Daftarkan diri Anda melalui:
http://www.rekrutmenbi.com

Hanya calon/ pelamar dengan kualifikasi terbaik (shortlist candidate) yang akan diikutsertakan dalam proses seleksi selanjutnya;
Bank Indonesia tidak memungut biaya apapun terkait dengan pelaksanaan seleksi penerimaan ini;
Apabila pelamar tidak dapat menunjukkan dokumen-dokumen atau data pendukung yang diminta oleh Bank Indonesia atau lembaga yang ditunjuk, maka secara otomatis peserta tersebut akan dikeluarkan dari proses penerimaan calon pegawai;
Keputusan seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Kamis, 15 Oktober 2009

Sebuah Obsesi !


Wajar lah setiap orang memiliki obsesi dari suatu keinginan yang selama ini tersimpan di benak ... namun bagaimana upaya untuk mewujudkan keinginan tersebut, itulah yang kadang membuat kita harus selalu berupaya memutar otak dengan keras.

Sering kita terbentur dengan keadaan sekitar kita. Kita tentu menginginkan semua akan berjalan mulus tanpa adanya halangan untuk melangkah memulai perjuangan untuk mewujudkan suatu keinginan, namun rasanya hampir mustahil dari langkah kita tersebut selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Kita akan selalu dituntut untuk belajar, entah itu dari pengalaman kita, pengalaman orang lain, dari buku-buku, observasi atau mungkin bisa juga dari realita. Namun tentunya selain dari upaya kita, tak lupa kita juga harus berdoa agar yang kita idamkan telah sesuai dengan rencana terbaik yang telah digariskanNya.